Tampilkan postingan dengan label Pegawai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pegawai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN MUDHARABAH SEBELUM DAN SESUDAH DIBERLAKUKANNYA PSAK NO. 59 (Studi Pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Cabang Banda Aceh)


ABSTRAK
            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi atas pembiayaan mudharabah sebelum dan sesudah pemberlakuan PSAK No. 59. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan obyek penelitian yang sesungguhnya untuk mengetahui dan menganalisis tentang permasalahan yang dihadapi oleh obyek penelitian kemudian dibandingkan dengan standar yang ada pada saat itu untuk selanjutnya dideskripsikan bagaimana Bank Muamalat memperlakukan perihal yang berkaitan dengan pembiayaan mudharabah sebelum dan sesudah pemberlakuan PSAK No. 59. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebelum diberlakukan PSAK No. 59, bank-bank syari’ah di Indonesia menggunakan PSAK No. 31 tentang Akuntansi Perbankan bab Perkreditan sebagai pondasi utama dalam melakukan perlakuan akuntansi atas pembiayaan mudharabah. Sehingga pembiayaan mudharabah diperlakukan sama dengan kredit pada bank konvensional. Agar perlakuan tersebut juga sesuai dengan nilai-nilai syari’ah, maka pada saat itu Bank Muamalat Indonesia juga mengadopsi Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) khususnya mengenai pengakuan pendapatan dan beban. Adopsi tersebut tidak melanggar ketentuan pemerintah karena Bank Muamalat mengacu pada PP No. 72 Tahun 1992 Tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil.
Secara umum perlakuan akuntansi atas pembiayaan mudharabah oleh Bank Muamalat tidak berubah antara sebelum dan sesudah pemberlakuan PSAK No. 59. Perlakuan tersebut meliputi: a) pengakuan dan pengukuran pembiayaan mudharabah, b) pengakuan pendapatan dan beban pembiayaan mudharabah, c) penyajian dan pengungkapan.


Kata Kunci: Perlakuan Akuntansi, Pembiayaan Mudharabah, PSAK No. 31, PSAK No. 59.


KONSISTENSI PRAKTEK SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN AKUNTABILITAS PADA BAITUL MAL (OBJEK PENELITIAN)



NIRWANA ( UNSYIAH)
ABSTRAK
Sistem pengendalian intern (SPI) yang baik dalam suatu lembaga memiliki konstribusi yang cukup besar dalam upaya mewujudkan manajemen yang profesional. Baitul Mal sebagai lembaga publik menuntut badan tersebut untuk dapat mempertanggungjawabkan  implementasi zakat kepada publik. Hal ini mengharuskan Badan Baitul Mal mempunyai manajemen pengelolaan zakat yang baik, mulai dari perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan pertanggungjawabannya.
Sistem pengendalin intern adalah salah satu indikator yang mendukung terciptanya kinerja yang baik. Apabila praktek sistem pengendalian intern dilaksanakan secara memadai, konsisten dan sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan serta didukung oleh pemahaman akuntabilitas manajemen yang baik akan mampu menciptakan kinerja dan akuntabilitas publik yang dipercaya oleh masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsistensi antara praktek sistem pengendalian intern dengan pemahaman akuntabilitas manajemen Baitul Mal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Metode pengumpulan data untuk penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Metode analisa data yang dilakukan bersifat deskriftif-kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern sudah mengarah pada adanya penyempurnaan-penyempurnaan. Hanya saja masih terdapat kelemahan yaitu dari segi sistem perekrutan pegawai yang tidak mempunyai tahapan-tahapan seleksi yang memadai, hanya berdasarkan rekomendasi dari pihak Baitul Mal. Pemahaman akuntabilitas manajemen Baitul Mal yang ditujukan kepada Muzakkki, Munfiq dan Musaddhiq serta Gubernur telah mampu mewujudkan sistem pengendalian intern yang memadai. Dengan kata lain telah terdapat ke-konsistenan antara praktek sistem pengendalian intern dengan pemahaman akuntabilitasnya. Hal ini terlihat dari adanya perencanaan dan koordinasi yang tersusun rapi, dan juga adanya dukungan dari pemerintah provinsi dalam hal dana operasional untuk membiayai administrasi zakat.



Rabu, 07 November 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KERJA KARYAWAN ( OBJEK PENELITIAN)




SAID HAYUZAR
UNSYIAH
 

ABSTRAK

            Kurangnya disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya faktor kesejahteraan, ancaman, ketegasan pimpinan, minat dan kemampuan, dan keteladanan pimpinan. Faktor – faktor ini menjadi sangat penting dan harus diperhatikan oleh pimpinan supaya karyawan benar – benar disiplin walaupun tanpa diawasi oleh pimpinan secara langsung. Kurangnya disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh dapat dilihat dari absensi yang masih belum optimal dan kurangnya kepatuhan karyawan kepada pimpinan
Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu berapa besar pengaruh faktor kesejahteraan, ancaman, ketegasan pimpinan, minat dan kemampuan, dan keteladanan pimpinan terhadap disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh.
Berdasarkan kerangka teoritis yang telah dikemukakan di atas dan atas permasalahan yang dikaji penulis merumuskan hipotesis yaitu faktor kesejahteraan, ancaman, ketegasan, minat dan kemampuan serta keteladanan pimpinan berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh.
Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh, pengembilan sampel dilakukan dengan metode sensus.
Hasil penelitian menghasilkan persamaan akhir estimator adalah Y = 3,235 + 0,612 X1 +0,433 X2 + 0,032 X3 + 0,177 X4 + 0,025 X5. Koefisien korelasi (R) sebesar 0,915 atau 91,5% menggambarkan bahwa variabel kesejahteraan, ancaman, ketegasan pimpinan, minat dan kemampuan dan keteladanan pimpinan sangat erat hubungannya terhadap variabel disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh yaitu sebesar 91,5%. Koefisien determinan (R2) bernilai 0,838 atau 83,8% menunjukkan bahwa determinan variabel kesejahteraan, ancaman, ketegasan pimpinan, minat dan kemampuan dan keteladanan pimpinan berpengaruh terhadap variabel disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh sebesar 83,8%. Pembuktian baik dengan menggunakan uji-t maupun uji – F menunjukkan bahwa semua variabel penjelas dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh.
Dari hasil penelitian yang diperoleh koefisien regresi yang paling besar pengaruhnya terhadap disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh yaitu variabel kesejahteraan dan yang paling kecil pengaruhnya terhadap disiplin kerja karyawan PT. Bank BNI Cabang Banda Aceh yaitu sikap keteladanan pimpinan maka diharapkan supaya variabel ini lebih ditingkatkan hal ini dapat berguna sebagai contoh dan panutan kepada para karyawan dalam meneladani sikap pimpinan dalam penerapan disiplin itu sendiri.

  

PENGARUH PROGRAM PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KEJAKSAAN TINGGI (OBJEK PENELITIAN)



ABSTRAK

Untuk meningkatkan kinerja dari pegawai perlu ditingkatkan pula motivasi yang tinggi, pengembangan karir yang lebih baik, tata letak yang bagus dan budaya kerja yang baik. Dalam penelitian ini membahas tentang pengaruh motivasi dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai Kantor Kejaksaan Tinggi Nanggroe Aceh Darussalam.
            Hasil penelitian menjelaskan setiap meningkatnya motivasi satu skor akan meningkatkan kinerja pegawai Kantor Kejaksaan Tinggi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 0,960 skor. Secara parsial pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai signifikan dimana t – hitung (3,769) lebih besar dari t – tabel (2,024).
           Setiap meningkatnya pengembangan karir satu skor dapat meningkatkan kinerja pegawai Kantor Kejaksaan Tinggi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 0,757 skor. Secara parsial pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai signifikan dimana t – hitung (3,292) lebih besar dari t – tabel (2,024).
           Pengujian hipotesis dari 2 (dua) variabel diperoleh F – hitung (9,176), sementara F – tabel pada tingkat kepercayaan 95 % adalah sebesar 4,113. Dengan demikian dapat dipastikan F – hitung lebih besar dari F – tabel, sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari motivasi dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai Kantor Kejaksaan Tinggi Nanggroe Aceh Darussalam dapat diterima kebenarannya.